banner 1200x130

20 SD di Jeneponto Menjadi Sasaran Intervensi POP

  • Bagikan
banner 400x130
20 SD di Jeneponto Menjadi Sasaran Intervensi POP
Foto Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia.

UJARAN.SULSEL – Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi sasaran intervensi Program Organisasi Penggerak (POP) Ditjen GTK Kemendikbudristek RI.

Ditjen GTK Kemendikbudristek RI memandatir Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dimandatir untuk melaksanakan POP di Kabupaten Jeneponto tersebut.

banner 336x280

Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia berhasil mendapatkan kepercayaan Ditjen GTK Kemendikbudristek RI untuk melakukan Diklat bagi Guru dan Kepala Sekolah di Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto tersebut setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Baca Juga :  Mahasiswa UNM Bahas Kacang Tanah di Tempat Wisata

Dalam press release yang diterima oleh wartawan Ujaran.co.id, Ketua Badan Pengurus Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia, Anirwan berharap kegiatan tersebut Sekolah Dasar (SD) yang menjadi sasaran program diupayakan menjadi Sekolah Penggerak.

“Kami berharap dengan dilakukannya Diklat Literasi Numerasi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto, maka Sekolah Dasar yang diintervensi dapat menjadi Sekolah Penggerak yang menggerakkan sekolah-sekolah yang ada di Jeneponto pada khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya,” katanya, Jum’at (01/10/21).

Baca Juga :  Kapolres Sinjai Dampingi Tim Irwasda Polda Sulsel Cek Barang Dinas Inventaris

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan SD percontohan.

“Kita harapkan hasil intervensi melalui Program Organisasi Penggerak (POP) Ditjen GTK Kemdikbudristek RI yang dilaksanakan Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia dapat melahirkan Sekolah Dasar percontohan yang bernuasa Literasi Numerasi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sambutan pada MPLS, Adnan Harap Siswa Baru Jadi Duta Covid-19 di Sekolah

Diketahui kegiatan tersebut akan dilaksanakan sejak September hingga Desember 2021 nanti dan menyasar Guru dan Kepala Sekolah di 20 (dua puluh) SD sasaran POP. (Red/Kasmir)

Facebook Comments

  • Bagikan