UJARAN.CO.ID, Bali – Perayaan Hari Suci Nyepi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, dinodai oleh aksi dua pria yang ugal-ugalan dengan sepeda motor. Mirisnya, salah satu pelaku diketahui merupakan oknum anggota polisi.
Kejadian ini terjadi saat umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian, pada Sabtu (29/3). Kedua pria tersebut nekat melintas dengan kecepatan tinggi, mengganggu kekhidmatan Nyepi yang seharusnya penuh ketenangan. “Kami langsung mengamankan mereka karena tindakan ini sangat tidak menghormati tradisi,” ujar seorang pecalang Desa Adat Sumbersari.
Menurut keterangan pecalang, saat diamankan, keduanya tercium bau alkohol yang menyengat. “Kami menduga mereka dalam pengaruh minuman beralkohol, karena saat didekati tercium bau alkohol dari keduanya,” ujarnya.
Masyarakat yang mengetahui kejadian ini merasa geram, terutama karena salah satu pelaku adalah oknum polisi. “Kalau benar itu polisi, harus diproses Propam. Kalau bukan, laporkan ke Polsek biar ditindak. Jangan sampai orang berpakaian aparat seenaknya bikin ulah pas Nyepi,” ujar seorang netizen.
Netizen lain juga mempertanyakan identitas kedua pelaku. “Jangan-jangan polisi gadungan. Kalau betul, makin parah. Harus dibawa ke balai desa dan dilaporkan ke atasan,” ujar netizen lainnya.
Aksi kedua pria ini mengundang reaksi keras dari masyarakat adat dan warga setempat. “Kami tidak akan membiarkan kejadian seperti ini terulang. Ini penghinaan terhadap Hari Raya Nyepi,” ujar seorang tokoh adat.
Usai diamankan pecalang, kedua pelaku diperiksa lebih lanjut. Identitas salah satu pelaku yang merupakan oknum polisi semakin memicu kemarahan publik. “Seharusnya mereka menjaga ketertiban, bukan justru melanggar aturan adat,” ujar seorang warga.
Kasus ini pun mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak pihak menuntut tindakan tegas terhadap pelaku, terutama bagi oknum polisi yang seharusnya menjadi teladan. “Kami berharap ada sanksi yang tegas agar tidak ada kejadian serupa di masa depan,” ujar seorang netizen.
Pihak desa adat berencana melaporkan kejadian ini ke aparat yang berwenang. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar pelaku diberikan hukuman yang setimpal,” ujar seorang pecalang.
Dengan insiden ini, masyarakat berharap aparat keamanan lebih menghormati tradisi lokal dan menjaga ketertiban selama Hari Suci Nyepi. “Kami ingin Nyepi berjalan dengan tenang, tanpa gangguan dari siapa pun,” ujar seorang tokoh masyarakat.
0 Comments