Israel Serang Gaza Saat Idul Fitri, Warga Dipaksa Mengungsi


Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah, Minggu (30/3/2025). 

UJARAN.CO.ID, Gaza – Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah, Minggu (30/3/2025). Serangan Israel menyebabkan banyak korban jiwa dan memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.


Serangan udara yang dilakukan sejak dini hari menargetkan berbagai lokasi di Gaza. Tim Pertahanan Sipil Gaza melaporkan kesulitan dalam mengevakuasi korban akibat situasi yang sangat berbahaya. “Kami kesulitan untuk mengambil jenazah korban karena serangan terus berlanjut,” ujarnya.


Di kamp pengungsi Maghazi, satu jenazah warga Palestina telah dipindahkan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Sementara itu, serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia mengakibatkan tiga orang tewas. “Dua korban berusia 30 tahun dan satu lagi pemuda berusia 19 tahun,” ujar seorang paramedis setempat.


Militer Israel juga mengeluarkan perintah pemindahan paksa untuk warga di Rafah. “Orang-orang di sebagian besar Rafah dan daerah sekitar Nassr serta ash-Shawka dipaksa segera mengungsi ke al-Mawasi,” ujar seorang juru bicara militer Israel.


Serangan besar-besaran Israel ke Gaza dimulai sejak 7 Oktober 2023 dengan dalih membalas serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang di wilayah Israel. Namun, serangan ini telah menewaskan puluhan ribu warga sipil Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.


Baca Juga

Hamas sebelumnya telah menerima proposal gencatan senjata yang ditawarkan oleh mediator internasional. Namun, Israel justru menolak kesepakatan tersebut dan mengajukan proposal baru. “Kami telah menyetujui gencatan senjata, tetapi Israel terus menunda dan mengubah syarat,” ujar seorang pejabat Hamas.


Serangan terbaru Israel semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut situasi di Gaza sudah memasuki tahap bencana kemanusiaan. “Lebih dari dua juta warga Gaza kini menghadapi ancaman kelaparan dan kurangnya akses medis,” ujar juru bicara PBB.


Sementara itu, berbagai negara telah menyerukan penghentian segera serangan Israel ke GazaMesir, Qatar, dan Amerika Serikat tengah berupaya menengahi konflik agar gencatan senjata dapat segera diterapkan. “Kami mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan menyepakati gencatan senjata,” ujar seorang diplomat Mesir.


Di tengah situasi yang semakin memburuk, warga Gaza terus berusaha bertahan meskipun menghadapi serangan dan pemindahan paksa. “Kami tidak tahu harus ke mana. Tidak ada tempat yang aman di Gaza,” ujar seorang pengungsi di Rafah.


Dengan meningkatnya tekanan internasional, masih belum jelas apakah Israel dan Hamas akan mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam waktu dekat. Namun, serangan yang terjadi di hari raya Idul Fitri telah memperlihatkan betapa rapuhnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

0 Comments