6 Kebiasaan Positif Yang Tidak Boleh Terlewatkan Dimasa Corona

  • Share
Ilustrasi

UJARAN.INFO – Pandemi Covid-19 membuat berbagai aktifitas berubah drastis, dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru dan bermanfaat dilakukan di tengah merebaknya virus Corona di seluruh belahan dunia.

Munculnya istilah “New Normal” seolah memberikan pandangan adanya gaya baru dalam menjalani aktifitas kehidupan ditengah pandemi, selain itu istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang dipopulerkan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat sebagai istilah yang muda dicerna orang Indonesia pada umumnya.

Dari berbagai isu negatif yang berkembang, ujaran akan merangkum dari sisi positif di masa pandemi Corona yang berlangsung 10 bulan lamanya sejak awal kemunculannya di wilayah Wuhan, China.

Kebiasaan positif yang dilakulan sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru adalah sebagai berikut :

Mengenal Lebih Banyak Teknologi Terbaru
Siapa sangka dimasa pandemi, 24 jam dalam sehari hampir seluruhnya kita habiskan di rumah, menonton dan berolahraga menjaga imunitas tubuh tetap stabil. Smaprtphone, gadget atau komputer kita menjadi teman dalam berselencar di dunia maya, tentu peluang mengenal berbagai teknologi terbaru lebih luas dan lebih banyak waktu.


Lebih Rutin Dari Biasanya Mengonsumsi Air Mineral
Medical Expert Combiphar, dr Sandi Perutama Gani mengatakan, beberapa perubahan itu menurutnya menjadi hal positif dari sudut pandang medis, salah satunya ialah orang lebih sering mengonsumsi air putih.

Para pakar kesehatan menganjurkan orang-orang setidaknya mengosumsi sekitar dua liter per hari dan jumlah ini bisa lebih disesuaikan kegiatan yang mereka lakukan seperti dilansir tirto.

banner 336x280

Rutin Mencuci Tangan, Menjaga Kebersihan Lingkungan
Hasil survei menunjukkan, setidaknya 85 persen orang lebih sering cuci tangan saat pandemi Corona. Banyak penyakit dan ancaman kesehatan yang bisa menyebar dengan tidak mencuci tangan. Ketika tangan terkontaminasi oleh bakteri dan virus penyebab penyakit, patogen ini bisa masuk ke dalam tubuh atau berpindah dari satu orang ke orang lain.

Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun serta menjaga lingkungan berkatifitas tetap bersih menjadi hal yang dianjurkan para pakar kesehatan untuk semua orang usai berkegiatan didalam ataupun di luar rumah. Jika tak memungkinkan, cairan pembersih tangan (Handsanitizer) bisa menjadi pilihan.

Baca Juga :  3 OPD Diduga Terlibat Korupsi, Mahasiswa Bulukumba Akan Unjuk Rasa di Kejati Sulsel

Rutin Konsumsi sayur dan buah
Kebiasaan baik lainnya yang juga muncul karena COVID-19, sebagian orang lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah. Hal ini penting untuk menjaga imunitas dan serap vitamin kedalam tubuh terjaga.

Survei McKinsey menunjukkan setidaknya ada tiga kekhawatiran terbesar masyarakat belakangan ini, salah satunya tidak mengetahui berapa lama kondisi ini akan berlangsung.

Kemudian, khawatir pada keselamatan diri dan keluarga, serta ketakutan menjadi pembawa atau berkontribusi menyebarkan virus penyebab COVID-19.

Baca Juga :  Bupati ASA, Diantara Corona dan Gantungan HP

Rutin Berolahraga
Kebiasaan berolahraga dimasa pandemi ino terlihat diberbagai psotingan publik figur dan netizen yang tetap stay healty dimasa pandemi dengan berolahraga walaupun berada dirumah.

Kebiasaan ini menjadi salah satu kebiasaan positif yang mendorong naluri untuk menjaga tubuh agar tetap fit dan kuat.

Kebiasaan Kerja & Bisnis
Suka atau tidak, mau ataupun tidak kebiasaan bekerja dimasa pandemi menuntut kreatifitas agar pekerjaan dan bisnis tetap produktif. Dari sudut pandang positif ini memaksakan orang untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif mengatasi permasalahan ekonomi dimasa pandemi.

Kreatifitas itu muncul atas segudang permasalahan, namun hingga hari ini mayoritas survei merilis kebiasaan kerja dan bisnis dimasa pandemi ini cenderung meiliki efek negatif terhadap pengembangan karir dan masa depan pekerjaan.

Dilansir dari bisniscom, survei ini mencoba menganalisa perbedaan perspektif yang mencolok antara responden pria bekerja dan responden wanita bekerja, bahwa sebanyak 74% responden wanita bekerja dan 68% responden pria bekerja merasakan kurang efektif bekerja di rumah. 

Responden wanita bekerja merasa #WorkFromHome kurang efektif karena selama bekerja dari rumah mereka juga harus membagi perhatian dengan mengurus rumah tangga.

Kemudian responden pria pada umumnya mempunyai 3 kekhawatiran terbesar yaitu karir dan pekerjaan, bisnis dan hobi mereka, sangat berbeda dengan responden perempuan yang mempunyai 3 kekhawatiran terbesar yaitu terganggunya rencana liburan, kebiasaan belanja dan waktu luang mereka. 

Lebih dari separuh dari sample survei ini (54%) yang mengatakan mereka harus menunda atau membatalkan rencana bisnis.  Tiga besar rencana bisnis yang berdampak adalah investasi misalnya membeli properti, emas, reksadana, saham dan lainnya, rencana belanja dan rencana untuk membuka usaha.

Baca Juga :  Harapan Komjen Boy Rafli Kepada Ponpes se-Sulsel Dalam Acara Silaturahmi di Sinjai

Nah, kebiasaan positif mesti dihadirkan dari sekarang. Kreatifitas harus dipaksakan, agar tanggungjawab terhadap aktifitas keseharian kita dapat terjawab dengan indah.

Editor : Yayanouht
Sumber : Tirto & Bisniscom

Facebook Comments

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *