banner 1200x130

Balai Besar Jalan Nasional XIII Makassar Disoroti BM-GNN, Ada Apa?

  • Bagikan
banner 400x130

UJARAN.MAKASSAR – Barisan Mahasiswa Garda Bela Negara Nasional (BM-GBNN) kota Makassar akan melakukan aksi unjuk rasa dan penyegelan di depan kantor Balai Besar jalan Nasional XIII Makassar.

Ketua Umum BM-GBNN Makassar, Idam mengatakan bahwa Hal tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil audit investigasi BM-GBNN kota Makassar yang dilaksanakan sejak tanggal 27 Februari 2020 hingga 28 Oktober 2020 kemarin ditemukan hal-hal yang diduga pelaksanaan proyek preservase jalan dan jembatan yang tidak memasang papan proyek di masing-masing item pekerjaan.

“Berdasarkan hasil audit investigasi yang kami laksanakan sejak tanggal 27 Februari 2020 hingga 28 Oktober 2020 kemarin ditemukan hal-hal yang diduga pelaksanaan proyek preservase jalan dan jembatan yang tidak memasang papan proyek di masing-masing item pekerjaan sehingga terindikasi tidak adanya transparansi sehingga menyulitkan masyarakat dalam melakukan pengawasan di lapangan sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan dapat merugikan negara, fakta lapangan di basecamp tidak ada gambar proyek dan tidak mencantumkan volume pekerjaan di lapangan proyek,” ujarnya, Selasa (17/11/20).

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak dan menuntut pimpinan dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar untuk segera dicopot dari jabatannya.

“Kami akan mendesak dan menuntut Pimpinan dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar untuk segera dicopot dari jabatannya sebagai imbas dari ketidak mampuan mengawal dan mengawasi kerugian keuangan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Sekertaris Umum BM-GBNN Makassar, Fadly mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan negara.

“Aksi yang akan dilakukan ini merupakan aksi kemanusiaan dan aksi empati kerakyatan serta upaya bela negara demi mencegah penyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan negara. Ini perlu dilakukan sebagai bentuk keterlibatan kami sebagai pejuang kemanusiaan dan upaya menjaga prinsip etis yakni keberanian berpikir dan keberanian menyatakan pikiran,” tuturnya. (Kasmir)

Facebook Comments

Baca Juga :  Kreatif, Start Up Lokal Storepoin Asal Makassar Siap Jadi Pesaing Nasional
  • Bagikan