Basarnas Makassar Paparkan, Polda Sulsel Iyakan

UJARAN.MAKASSAR – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari melaksanakan pertemuan silaturahim ke Kantor Polda untuk bertemu dengan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, Jumat (16/10/20).

Dalam pertemuan silaturahim tersebut, Mustari didampingi oleh Kepala Seksi Operasi dan Kepala Sumber Daya Basarnas Makassar memaparkan mengenai profil keberadaan Basarnas Makassar, baik itu personil, maupun sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Personil Basarnas Makassar secara keseluruhan  berjumlah 98 personil, akan tetapi tersebar di Pos SAR Bone, Pos Sar Selayar, Pos Unit Siaga Sar Bantaeng dan Pos Unit Siaga Sar Palopo,” kata Mustari dalam pertemuan di ruang tamu, Polda Sulsel.

Baca Juga :  GARDA 2020 KPA LIBRA Menyokong Pemdes

Mustari menyatakan, sementara untuk di Makassar sendiri hanya berjumlah 54 personil. Jadi untuk wilayah kerja makassar yang cukup luas, personil masih terbilang cukup sedikit. 

“Bagaimana bila dimungkinan kita bisa kerja sama pada saat terjadinya kecelakaan laut, kecelakaan penerbangan, maupun kondisi membahayakan jiwa manusia,” lanjut Mustari.

Menanggapi pemaparan Kepala Basarnas Makassar, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam menerima dan menyambut niatan baik Kepala Basarnas Makassar.

Baca Juga :  Bela Sungkawa Reskrim Polres Gowa

“Tentu saja kami akan ikut membantu terutama dalam kegiatan kemanusiaan,” kata Merdisyam.

Merdisyam menambahkan sembari menutup pertemuan silaturahim bahwa di kepolisian juga memiliki tim rescue dari SAR Brimob.

“Dikepolisian juga kami memiliki tim rescue dari SAR Brimob,” tandas Kapolda Sulsel.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

'Money Politik' Santer di Makassar, ADAMA Masuk Daftar?

Fri Oct 16 , 2020
UJARAN.MAKASSAR – Dugaan politik uang oleh pasangan calon (paslon) Danny Pomanto – Fatmawati Rusdi (ADAMA) dibeberapa kecamatan di Kota Makassar menjadi isu hangat dalam Pemilihan Walikota (Pilwakot) Makassar 9 Desember 2020 mendatang. Bahkan, kasus dugaan money politik dan pembagian beras kepada masyarakat guna meraup banyak suara telah masuk tahap penyidikan dan dilimpahkan ke pihak kepolisian. Menanggapi hal itu, Danny Pomanto dalam sebuah unggahan video yang beredar di Grup WhatsApp, Jumat (16/10/20) […]