KUA Sinjai Tengah Miliki Balai Nikah dan Manasik Haji

  • Share

UJARAN.MAKASSAR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai, H. Abd. Hafid M. Talla didampingi Kepala Seksi Bimas Kemenag Sinjai, A. Pelita, Kepala KUA Sinjai Tengah, Muh. Ridwan, PPK Kemenag Sinjai, Usman, dan Pelaksana Urusan Umum, Ahmad Yuser menghadiri peresmian secara simbolis Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Sinjai Tengah di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (18/12/20)

Peresmian ini sekaligus penandatanganan prasasti oleh Wakil Menteri Agama RI, K.H. Zainut Tauhid Sa’adi bersamaan dengan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA kecamatan se-Sulawesi Selatan, diantaranya KUA Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, KUA Segeri Pangkep, KUA Belawa Wajo, KUA Batang Jeneponto, KUA Ujung Parepare, KUA Sibulue Bone, KUA Cempa Pinrang, KUA Bontonompo Gowa, KUA Bantimurung Maros, KUA Bajo Luwu, KUA Masamba Luwu Utara, KUA Wotu, KUA Galesong Takalar, KUA Wara Palopo.

banner 336x280

Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Khaeroni dalam sambutannya melaporkan bahwa sejak tahun 2015 hingga 2020 ini sudah ada 90 unit bangunan baru gedung balai nikah dan manasik haji KUA Kecamatan yang dibiayai oleh SBSN.

Baca Juga :  Padat Merayap, Bermula di Wisma Berakhir di KUA

“Dari 295 KUA di Sulsel, terdapat 212 KUA yang sudah mengantongi sertifikay atas nama Kementrian Agama,” kata Kakanwil Kemenag Sulsel.

Sementara itu, H. Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan, fungsi gedung KUA dibangun sebagai pelayanan nikah dan pelayanan haji di masing-masing kecamatan yang ada di Sulsel.

“KUA merupakan garda terdepan sekaligus wajah Kemenag, olehnya itu jaga dan pelihara baik-baik aset ini dan manfaatkan semaksimal mungkin untuk melaksankan fungsi pelayanan kepada umat,” harapnya.

Baca Juga :  Omaale, Sekretariat KNPI Sulsel Versi Nurkanita Disegel

Sebab di KUA, lanjut Wamenag adalah awal manusia mengenal surga dunia dan menjadikan sesuatu yang haram menjadi halalan toyyiban.

“Pertahankan dan aktualisasikan motto KUA yakni melayani tanpa korupsi. Motto ini harus lebih dipertegas lagi dalam bentuk yang lebih nyata, sehingga citra positif Kemenag bisa dijaga,” jelasnya.

“Jadilah uswatun hasanah bagi semua stake holder di daerah dan sekitarnya. Kemenag ini ibarat kain putih apabila kena setitik noda saja akan sangat kelihatan, olehnya itu mari kita jaga bersama marwah institusi kita,” tambahnya sekaligus mengakhiri sambutannya. (Red/Pensa)

Facebook Comments

banner 120x600
  • Share