OPINI: Abrasi di Tonganapo Kolaka Semakin Parah, Tanggul Penahan Ombak Kapan Direalisasikan?

  • Share

UJARAN.OPINI – Abrasi pantai juga sering disebut sebagai erosi pantai. Pengikisan seperti ini dapat menyebabkan berkurangnya daerah pantai, terutama daerah yang paling dekat dengan air laut. Perlahan tapi pasti, jika dibiarkan terus menerus, abrasi akan menggerus semua daerah pantai sehingga air laut akan menggenangi semua wilayah pantai dan pemukiman penduduk. Ancaman abrasi pantai semakin hari semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi warga yang tinggal di pesisir pantai Kelurahan Tonganapo Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka.

Peristiwa perubahan iklim dengan peningkatan suku dan kenaikan permukaan air laut dapat menimbulkan abrasi pantai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni kebijakan dari sisi perundang-undangan yang belum tegas. Jika dibiarkan, abrasi pantai dapat semakin berkembang dan batas dapat bergeser serta dimana pantai juga menjadi suatu yang penting bagi perekonomian masyarakat, khususnya nelayan di Kelurahan Tonganapo.

Dijelaskannya, penyebab abrasi garis pantai terjadi akibat aktivitas alam dan aktivitas manusia. Aktivitas alam seperti besar dan tingginya ombak yang menghantam garis pantai yang sedikit demi sedikit dapat mengikis pinggir pantai. Sedangkan, aktivitas manusia seperti mensuplai air tanah yang menyebabkan tanah mengalami penurunan dan kenaikan permukaan air laut. Membuka lahan dan tambak yang tidak mempertahankan mangrove dan penghijauan. Selain itu, pembangunan dermaga yang tidak memperhatikan arah gelombang pantai dan pembangunan sarana dan prasarana yang menjorok ke laut.

Satu dekade lalu, Kelurahan Tonganapo Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka, sejatinya masih berupa kawasan permukiman yang utuh. Namunseiring berjalanya waktu kelurahan tonganapo yang terletak di kawasan pesisir itu secara perlahan mulai terkikis abrasi. Luapan air laut sedikit demi sedikit akan menghantam pemukiman masyarakat di pinggir pantai yang diakibatkan terus berlangsung sampai sekarang. Seperti sejumlah bangunan yang dulunya dibangun cukup jauh dari bibir pantai, saat ini jaraknya sudah sangat dekat dengan air. Bahkan ada juga bangunan yang sudah terkikis habis oleh air.

Abrasi ini semakin diperparah dengan tingginya gelombang laut yang terjadi akhir-akhir ini di Kelurahan Tongapao mengancam beberapa ada sejumlah tempat ibadah sudah cukup dekat dengan laut dan sejumlah pemukiman warga terancam terkikis oleh air laut seperti yg terlihat secara langsung.

Sehingga beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah abrasi antara lain pembuatan talud/turap untuk menahan kikisan air laut, penanaman pohon bakau di sekitar pantai, tidak menambang pasir pantai secara berlebihan, Hal ini sangatlah penting dilakukan karena akibat yang ditimbulkan oleh abrasi pantai tidaklah kecil

Abrasi tidak serta merta mengikis wilayah pesisir pantai, namun lambat laun hasilnya akan terlihat beberapa tahun mendatang. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian Pemerintah baik tingkat kelurahan, kecamatan, Kabupaten,terlebih lagi pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas PU Provinsi Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan dari hasil musyawarah rencana pembangunan (MUSREMBANG) tingkat kelurahan dari tahun-tahun kemarin program yang dihasilkan masih didominasi oleh program berazas kebutuhan dasar masyarakat yakni pembutan tanggul penahan ombak di pesisir pantai yang terus menjadi perioritas namun sampai hari ini takkunjung untuk direalisasikan.

Baca Juga :  OPINI: Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi, Solusi

Penulis: Iswadi Amiruddin Mahasiswa Pascasarjana Unhas/ Pemuda Tonganapo

Facebook Comments

banner 120x600
  • Share