OPINI : Lembaga Kemahasiswaan Setelah Orba Ditumbangkan

  • Share
Foto : Penulis, Saprianto

UJARAN.OPINI – Mahasiswa dan organisasi  merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Seorang mahasiswa dituntut untuk menjadi Agent of Change (Agen Perubahan), Iron Stock (Generasi Penerus) dan Moral Force (Gerakan Moral). Karena organisasi mendorong mahasiswa untuk mengubah pola pikir kita.

Tetapi setelah Orde Baru (Orba) berhasil ditumbangkan, manifesto organisasi kemahasiswaan kian menurun, transparansi organisasi kian tertutup oleh pihak-pihak terselubung yang mempunyai kepentingan tertentu dan sepihak. 

Hal-hal seperti inilah yang merusak citra dari sebua organisasi karena kedok-kedok busuk seperti ini membuat hilangnya integritas organisasi yang kadung namanya melambung tinggi diruntuhkan oleh pihak-pihak yang borjuis, kapitalis dan egois dan mengakibatkan visi dan misi organisasi mahasiswa terhalang dan kadernya terlunta-lunta disebabkan segelintir orang yang mempunyai kepentingan tersebut, ibaratnya organisasi adalah kendaraaan yang dia gunakan untuk tercapainya kehendaknya sendiri, bisa juga secara personal, kelompok, ras atau etnis tertentu.

Beberapa pengalaman dan organisasi yang saya amati di dalamnya tersurat egoisme yang tinggi, sekadar ingin mempertahankan prinsip politik yang dinilainya adalah kebijakan yang baik dan sangat tepat sampai mengorbankan para kader yang masih belum tahu apa-apa didoktrin hal-hal yang kurang bermoral seperti menuduh pihak-pihak lain yang mazhab politiknya jelas berbeda dengannya.

Hal seperti ini memang tidak bisa dielakkan, sebab organisasi kemahasiswaan yang sudah berkembang biak, kerap menjadi tunggangan politik orang-orang demi kepentingan perutnya sendiri demi terkabulkannya hasrat.

Tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Facebook Comments

Baca Juga :  OPINI: Riuh Hujan
banner 120x600
  • Share